Kapan Gempa Susulan NTT Berhenti? Ini Prediksi BMKG dan Dampaknya di Kota Bima
![]() |
| Foto Retakan Dinding di Rumah Warga Kota Bima setelah gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026. |
Mediabima.id - Kota Bima. Lebih dari tiga minggu sejak gempa utama bermagnitudo 7,7 mengguncang Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026, aktivitas kegempaan di wilayah tersebut ternyata belum juga reda. Warga Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang berjarak ratusan kilometer dari episenter, masih sesekali merasakan getaran dari rangkaian gempa susulan yang terus terjadi. Berikut update kondisi terkini beserta perkiraan BMKG dan langkah kesiapsiagaan yang perlu dilakukan warga.
1. Hingga Sekarang Gempa Susulan Masih Terjadi Hampir Sepanjang Hari Setiap Hari,
![]() |
| Notifikasi Gempa NTT Oleh BMKG yang Hampir Tiap Menit Sepanjang Hari (08 September 2026) |
Memasuki pekan kedua September 2026, aktivitas gempa susulan (aftershock) pascagempa utama M7,7 Nagekeo ternyata belum juga berhenti. Data resmi BMKG per Kamis, 3 September 2026 pukul 05.00 WIB, mencatat total gempa susulan telah mencapai 11.630 kejadian sejak gempa utama 15 Agustus 2026, dengan 168 di antaranya cukup kuat untuk dirasakan langsung oleh warga di wilayah terdampak. Artinya, hampir tiga minggu setelah gempa utama, wilayah ini masih diguncang ratusan kali gempa susulan setiap harinya, meski mayoritas berkekuatan kecil dan hanya terdeteksi alat.
Tren kenaikan jumlah ini terlihat jelas dari data mingguan BMKG: sekitar 4.258 kejadian per 21 Agustus, melonjak menjadi 7.492 kejadian per 26 Agustus, lalu 10.937 kejadian per 1 September, hingga akhirnya 11.630 kejadian per 3 September 2026. Magnitudo gempa susulan bervariasi, mulai dari yang nyaris tidak terasa hingga yang sempat mengejutkan warga, dengan magnitudo terbesar dari seluruh rangkaian ini tercatat M6,2.
Hingga kini, gempa susulan masih terus terjadi sepanjang hari. Melalui media sosial BMKG, tim mediabima.id mendapatkan notifikasi gempa hampir tiap menit, sepanjang hari. Ini menunjukkan bahwa gempa di NTT masih terus berlangsung sepanjang hari setiap harinya.
2. Kapan Getaran Terasa hingga Kota Bima?
Berdasarkan pemetaan intensitas guncangan (shakemap) BMKG, getaran gempa utama M7,7 tercatat pada skala MMI V di Kota Bima dan Kabupaten Dompu, sementara wilayah yang lebih dekat episenter seperti Aesesa dan Kota Mbay merasakan intensitas jauh lebih tinggi (VI-VII MMI).
Pola ini konsisten dengan laporan BPBD Kota Bima dan Kabupaten Bima: gempa susulan dengan magnitudo di kisaran 5 ke atas umumnya masih cukup kuat untuk terasa hingga Kota Bima, sedangkan gempa susulan bermagnitudo di bawah itu pada umumnya sudah tidak dirasakan warga di wilayah tersebut karena jaraknya yang jauh dari episenter. Karena itu, jika muncul informasi gempa susulan dengan magnitudo di atas 5 skala richter, warga Kota Bima berpeluang cukup besar untuk kembali merasakan getarannya.
3. Perkiraan BMKG: Sampai Kapan Gempa Susulan Berlangsung?
Dalam konferensi pers pada 19 Agustus 2026, Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menyampaikan bahwa laju gempa susulan diperkirakan turun ke tingkat yang relatif rendah dalam rentang tiga minggu hingga satu bulan sejak gempa utama, atau sekitar akhir September 2026. Secara teknis, perhitungan sementara BMKG memperkirakan penurunan signifikan akan terjadi dalam 21 hingga 30 hari ke depan sejak tanggal tersebut.
Meski tren jangka panjangnya menurun, BMKG menegaskan bahwa perkiraan ini bukan berarti gempa susulan akan berhenti total setelah akhir September. Beberapa periode peningkatan aktivitas masih mungkin terjadi di tengah tren penurunan tersebut, sehingga masyarakat diimbau tetap memantau informasi resmi BMKG secara berkala.
Terkait kekhawatiran munculnya gempa besar susulan, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menegaskan dibutuhkan waktu puluhan tahun bagi Sesar Naik Busur Belakang Flores untuk kembali mengumpulkan energi sebesar gempa M7,7 kemarin, sehingga potensi gempa sebesar itu terulang dalam waktu dekat sangat kecil.
4. Persiapan yang Perlu Dilakukan Warga Kota Bima
- Siapkan tas siaga bencana berisi dokumen penting, obat-obatan, senter, power bank, air minum, dan makanan ringan yang mudah dijangkau saat evakuasi mendadak.
- Periksa kondisi rumah, terutama bangunan yang sudah retak akibat gempa sebelumnya, dan hindari menempati ruangan dengan struktur yang membahayakan sampai dinyatakan aman oleh petugas.
- Kenali titik kumpul dan jalur evakuasi di lingkungan rumah, kantor, atau sekolah, terutama karena gempa susulan bisa muncul kapan saja tanpa peringatan dini.
- Pantau informasi resmi hanya dari kanal terverifikasi seperti akun media sosial @infoBMKG, situs bmkg.go.id, atau aplikasi InfoBMKG dan tidak mudah percaya pada isu yang beredar di media sosial.
- Tetap tenang saat guncangan terjadi dengan segera berlindung di bawah meja kokoh atau menjauh dari benda yang berpotensi jatuh, baru keluar ruangan setelah guncangan mereda.
- Ikuti arahan BPBD setempat apabila status kewaspadaan di wilayah pesisir kembali dinaikkan akibat gempa susulan yang signifikan.
------------------------------

