8 Tanaman Liar di Bima yang Ternyata Kaya Manfaat

Tanaman Liar di Bima yang Ternyata Kaya Manfaat
Foto Pare Alas (Momordica charantia), Salah Satu Tanaman Liar Yang Ada di Bima


Mediabima.id - Informasi tentang tanaman liar bermanfaat yang ada di Bima. Sedikitnya terdapat 8 Tanaman liar di Bima yang ternyata kaya manfaat.

Bagi masyarakat Bima baik di Kota maupun di Kabupaten Bima, tanaman-tanaman ini sering dianggap sekadar gulma atau tumbuhan pinggir kebun yang tumbuh begitu saja tanpa ditanam. Padahal, di balik statusnya sebagai tanaman liar, sejumlah jenis tumbuhan yang mudah dijumpai di pekarangan, sawah, dan lahan kosong Bima ini menyimpan nilai gizi dan khasiat kesehatan yang jarang disadari. Berikut delapan di antaranya.


Pare Alas (Momordica charantia)

Pare alas atau pare hutan adalah kerabat liar dari pare yang biasa dibudidayakan, dengan ukuran buah lebih kecil dan rasa yang lebih pahit. Tumbuhan merambat ini sering ditemukan tumbuh liar di pagar kebun atau semak-semak di Bima. Masyarakat Bima biasanya menamakan tanaman ini dengan nama Paria

  • Ciri-ciri: Daun berlekuk menjari, buah bulat memanjang berkulit berbintil-bintil, berubah oranye saat matang.
  • Manfaat: Daun dan buah mudanya biasa ditumis atau direbus sebagai lalapan; secara tradisional dipercaya membantu menurunkan kadar gula darah dan sebagai obat penurun panas.
  • Cara olah: Rebus sebentar dan buang air rebusan pertama untuk mengurangi rasa pahit sebelum ditumis.


2. Terong Pipit / Takokak (Solanum torvum)

Terong Pipit Tanaman Liar di Bima yang Ternyata Kaya Manfaat
Foto Terong Pipit yang Tumbuh Liar di Halaman Rumah


Terong pipit dikenal juga sebagai takokak atau rimbang, tumbuh liar di semak dan pinggir jalan dengan buah bulat kecil bergerombol seperti kelereng mini. Di Bima, tanaman ini biasa disebut dengan "Kanturu". Saya paling suka jika terong pipit ini ditumis bersama sephi (Sejenis udang kecil)

  • Ciri-ciri: perdu berduri halus, buah hijau kecil bergerombol yang menguning saat tua.
  • Manfaat: lalapan segar atau sambal khas, mengandung antioksidan dan serat; secara tradisional digunakan untuk membantu meredakan nyeri sendi.
  • Cara olah: dimakan mentah sebagai lalapan bersama sambal, atau digeprek dan ditumis.

3. Bayam Duri (Amaranthus spinosus)

Berbeda dari bayam konsumsi biasa, bayam duri punya duri kecil di pangkal daunnya dan tumbuh liar hampir di semua jenis tanah, termasuk lahan kering di Bima.

  • Ciri-ciri: batang hijau kemerahan, duri tajam di ketiak daun, daun lonjong meruncing.
  • Manfaat: daun mudanya kaya zat besi dan serat, biasa direbus sebagai sayur bening; secara tradisional dipakai untuk membantu melancarkan ASI dan meredakan sariawan.
  • Cara olah: petik pucuk daun muda, rebus, lalu tumis bawang putih.

4. Jambu Biji (Psidium guajava)

Jambu Biji, salah satu Terong Pipit Tanaman Liar di Bima yang Ternyata Kaya Manfaat
Foto Pohon Jambu Biji yang Tumbuh Liar di Halaman


Pohon jambu biji sering tumbuh liar dari biji yang tersebar burung, sehingga banyak ditemukan tanpa sengaja ditanam di lahan kosong maupun pekarangan warga Bima.

  • Ciri-ciri: batang berkulit licin cokelat kehijauan, buah bulat beraroma khas dengan daging putih atau merah muda.
  • Manfaat: buahnya tinggi vitamin C, daun mudanya secara turun-temurun direbus untuk membantu meredakan diare.
  • Cara olah: buah dimakan segar atau dijus; daun muda direbus untuk diminum air rebusannya.

5. Ciplukan (Physalis angulata)

Ciplukan mudah dikenali dari buahnya yang terbungkus "kelopak" tipis menyerupai lampion kecil. Tumbuh liar di pematang sawah dan lahan kosong yang lembap. Di Bima, tanaman ini sering muncul setelah musim hujan, terutama di pematang sawah.

  • Ciri-ciri: tinggi 30-100 cm, buah bulat kuning terbungkus kelopak kertas yang mengering.
  • Manfaat: mengandung senyawa flavonoid dan alkaloid yang tengah diteliti untuk potensi antiinflamasi; secara tradisional daunnya direbus sebagai jamu untuk membantu meredakan batuk dan radang.
  • Cara olah: buah matang dimakan langsung; daun kering diseduh sebagai teh herbal.

6. Ubi Kelapa / Uwi / Kanti (Dioscorea alata)

Ubi kelapa, atau dikenal juga sebagai uwi, adalah tanaman umbi merambat yang sering tumbuh liar menjalar di pohon-pohon pekarangan. Masyarakat Bima menamainya dengan nama Kanti. Ada yang berwarna ungu dan ada yang berwarna putih. Kanti ini memiliki umbi dan buah yang bisa dimakan.

  • Ciri-ciri: batang bulat memanjat hingga beberapa meter, daun berbentuk jantung, umbi bulat panjang berdaging ada yang putih ada juga yang ungu.
  • Manfaat: sumber karbohidrat alternatif pengganti nasi, cocok untuk diversifikasi pangan lokal.
  • Cara olah: umbi dikupas lalu direbus, dikukus, atau digoreng seperti mengolah ubi pada umumnya.

7. Daun Golkar (Kopasanda / Chromolaena odorata)

"Roo Golkar" (Daun Golkar) adalah sebutan lokal khas Bima untuk kopasanda, tanaman semak yang tumbuh liar dengan sangat cepat di pinggir jalan, kebun, dan lahan kosong. Di berbagai daerah lain tanaman ini juga dikenal dengan nama kirinyuh atau rumput minjangan.

  • Ciri-ciri: semak dengan pertumbuhan sangat cepat dan agresif, daun berbentuk segitiga bergerigi, bunga kecil berwarna putih kehijauan bergerombol di ujung batang.
  • Manfaat: secara tradisional daunnya ditumbuk atau digerus lalu ditempelkan langsung untuk membantu menghentikan pendarahan dan mempercepat penyembuhan luka gores berkat kandungan senyawa antiseptik alaminya; juga diteliti punya potensi antiinflamasi.
  • Peringatan: tanaman ini tidak untuk dikonsumsi karena kandungan nitratnya cukup tinggi dan bisa meracuni ternak yang memakannya dalam jumlah banyak, jadi pemanfaatannya terbatas untuk pengobatan luka luar.

8.  Kacang Kupu-Kupu (Centrosema virginianum)


Centrosema virginianum

Foto Tanaman Centrosema virginianum di kebun


Disebut "kacang kupu-kupu" karena bunganya yang berwarna ungu muda hingga merah muda mekar menyerupai sayap kupu-kupu. Tanaman merambat asal Amerika ini tumbuh liar di lahan terbuka yang cukup terik, termasuk di padang dan pekarangan terbuka di Bima, karena tahan terhadap kondisi kering dan tanah yang kurang subur. Di Bima tanaman ini hanya dianggap sebagai semak belukar dan belum dimanfaatkan dengan baik
  • Ciri-ciri: tanaman merambat/memanjat, daun trifoliat dengan anak daun memanjang, bunga tunggal berwarna ungu-merah muda dengan sepasang daun pelindung (braktea) di pangkalnya, polong pipih memanjang.
  • Manfaat: bukan untuk konsumsi manusia, melainkan hijauan pakan ternak (sapi, kuda, kambing) di daerah asalnya; juga berperan sebagai tanaman pengikat nitrogen yang menyuburkan tanah gersang secara alami.
  • Pemanfaatan: dibiarkan tumbuh menutup lahan kosong sebagai penyubur tanah, atau dipotong sebagai hijauan segar untuk ternak.



Tabel Ringkasan Tanaman Liar Bermanfaat yang Ada di Bima

Nama Lokal Nama Latin Bagian Dimanfaatkan Manfaat Utama
Pare Alas Momordica charantia Daun, buah muda Membantu jaga kadar gula darah
Terong Pipit Solanum torvum Buah Sumber antioksidan, lalapan
Bayam Duri Amaranthus spinosus Daun muda Kaya zat besi dan serat
Jambu Biji Psidium guajava Buah, daun Vitamin C, bantu redakan diare
Ciplukan Physalis angulata Buah, daun Antiinflamasi, jamu batuk
Kacang Kupu-Kupu Centrosema virginianum Daun, batang (hijauan) Pakan ternak, penyubur tanah
Ubi Kelapa (Uwi) Dioscorea alata Umbi Sumber karbohidrat alternatif
Daun Golkar (Kopasanda) Chromolaena odorata Daun Obat luka, antiseptik alami


Pertanyaan Seputar Tanaman Liar Bermanfaat

Apakah semua tanaman liar aman dikonsumsi?

Tidak semua. Beberapa tanaman liar, seperti gadung (Dioscorea hispida), mengandung racun alami dan perlu pengolahan khusus sebelum dikonsumsi. Selalu pastikan jenis tanaman dikenali dengan benar sebelum diolah menjadi makanan.

Kenapa tanaman-tanaman ini disebut "liar" padahal bermanfaat?

Istilah "liar" di sini merujuk pada cara tumbuhnya yang alami tanpa sengaja dibudidayakan, bukan pada tingkat bahaya atau kegunaannya. Banyak tanaman liar justru punya nilai gizi yang setara atau lebih tinggi dari sayuran budi daya.

Apakah tanaman ini bisa dibudidayakan di pekarangan rumah?

Bisa. Sebagian besar seperti pare alas, terong pipit, dan bayam duri justru mudah ditanam dan dirawat karena sudah terbiasa dengan kondisi lahan kering khas Bima.



Foto Penulis
Penulis

Deasy Ferayanti

Warga Lokal asli Bima yang hoby menulis dan telah menjadi penulis blog sejak tahun 2012.


Foto Editor
Editor

Muhammad Akbar

Editor konten yang bertugas memastikan setiap tulisan di blog ini akurat, rapi, dan mudah dipahami.

------------------------------