Mengenal Pohon Parongge, Tanaman Superfood Andalan Masyarakat Bima

Pohon Parongge (Kelor) Andalan Orang Bima
Foto Pohon Parongge (Kelor) di Halaman Rumah Warga Bima


Mediabima.id - Potensi Bima. Mengenal Pohon Parongge (Kelor), Tanaman Superfood Andalan Masyarakat Bima.


Bagi masyarakat di luar Nusa Tenggara Barat, pohon kelor (Moringa oleifera) mungkin kerap dikaitkan dengan mitos mistis atau sekadar tanaman pagar biasa. Namun, jika Anda berkunjung ke Tanah Mbojo baik di Kota Bima maupun di Kabupaten Bima, pandangan itu akan berubah total. Di Bima, tanaman ini dikenal dengan nama Parongge. Bagi masyarakat setempat, pohon parongge adalah tanaman andalan, lambang kebersamaan, sekaligus superfood lokal yang bisa dikatakan wajib ada di hampir setiap pekarangan rumah warga sebagai bagian dari kekayaan makanan khas Bima.

Rumah orang Bima tanpa pohon parongge di halamannya akan terasa ada yang kurang. Bagi Dou Mbojo (orang Bima), parongge adalah bagian dari identitas kuliner bima mbojo dan pilar ketahanan pangan keluarga yang diwariskan turun-temurun.


Si Pohon Ajaib yang Tangguh di Tanah Mbojo

Kelor dijuluki oleh dunia internasional sebagai "The Miracle Tree" (Pohon Ajaib). Julukan ini sangat relevan dengan kondisi geografis Bima. Pohon parongge bima dikenal sangat tangguh. Ia mampu bertahan dan tetap tumbuh subur di tengah iklim Bima yang cenderung panas dan kering.

Cara menanamnya pun sangat mudah, cukup dengan metode stek (menancapkan batangnya ke tanah). Karena kemudahan inilah, masyarakat Bima memanfaatkan pekarangan rumah mereka untuk menanam parongge sebagai "apotek sekaligus pasar hidup" yang bisa dipetik kapan saja.


Manfaat Daun Parongge untuk Kesehatan

Kebiasaan masyarakat Bima mengonsumsi parongge sejak ratusan tahun lalu bukanlah tanpa alasan. Secara sains modern, manfaat daun parongge terbukti memiliki kandungan nutrisi luar biasa yang mengalahkan sayuran hijau lainnya:

  • Kaya Multi-Vitamin dan Mineral: Mengandung zat besi yang lebih tinggi dari bayam dan kalsium yang lebih tinggi dari susu.
  • Tinggi Antioksidan: Membantu menangkal radikal bebas, meningkatkan imunitas tubuh, dan menjaga kesehatan kulit.
  • Mengontrol Gula Darah dan Kolesterol: Sangat baik dikonsumsi secara rutin untuk mencegah risiko diabetes dan menjaga kesehatan jantung.
  • Anti-Inflamasi Alami: Kandungan aktifnya ampuh mengurangi peradangan di dalam tubuh.


Tradisi Kuliner Bima: Semangkuk Uta Mbeca Parongge

Pemanfaatan utama pohon parongge di Bima tentu saja bermuara di meja makan melalui hidangan legendaris bernama Uta Mbeca Parongge (sayur kelor khas bima). Berbeda dengan olahan di daerah lain yang kadang terasa pahit, masyarakat Bima memiliki resep uta mbeca parongge tersendiri untuk mengolahnya menjadi sayur bening yang sangat segar.

Agar rasa sayurnya enak, daun yang digunakan hanya yang masih muda saja. Makanya pohon Parongge di halaman rumah warga biasanya pendek karena selalu dipangkas agar muncul ranting dan daun muda yang baru.

Daun parongge yang baru dipetik dimasak bersama air, garam, bawang merah, bawang putih dan penyedap, terkadang ditambah sedikit kemangi atau potongan jagung muda biasa juga ditambah dengan sayuran ocra. Untuk melengkapi kelezatannya, Uta Mbeca Parongge wajib berpasangan dengan hidangan pendamping berikut:

  • Palumara: Sup ikan khas Bima dengan kuah kuning asam pedas yang segar.
  • Ikan Goreng atau Ikan Bakar: Sumber protein laut segar khas perairan Bima.
  • Sambal (Doco): Sambal iris tradisional Bima yang terbuat dari cabai, bawang merah, dan tomat muda/belimbing wuluh yang disiram jeruk nipis. Biasa juga dengan sambal irisan mangga muda yang disebut dengan doco fo'o.

Kombinasi nasi hangat, Uta Mbeca Parongge, ikan, dan sambal (doco) adalah menu kemewahan sejati bagi orang Bima, yang bahkan selalu dirindukan oleh mereka yang sedang merantau di luar daerah.

Selain daun untuk sayur bening, buah Parongge juga biasa diolah menjadi makanan yaitu sayur asam.


Pemanfaatan Lainnya 

Selain untuk sayuran, daun Parongge ini sudah dikembangkan penggunaannya diantaranya adalah dijadikan sebagai teh herbal setelah daun dikeringkan. Daun Parongge juga biasa dijadikan lulur herbal setelah diolah bersama bahan lainnya, terutama untuk lulur wajah agar kulit wajah jadi cerah dan sehat.


Lebih dari Sekadar Makanan: Simbol Ikatan Sosial

Pohon parongge di pekarangan rumah orang Bima juga membawa fungsi sosial yang mendalam. Tanaman ini adalah simbol eratnya tali silaturahmi. 

Di Bima, ada kebiasaan saling berbagi yang kental. Ketika seorang warga hendak memasak sayur tetapi tidak memiliki pohonnya, mereka cukup meminta izin ke tetangga sebelah untuk memetik beberapa tangkai parongge. Hubungan emosional antartetangga pun terjaga berkat pohon yang bersahaja ini.


Kesimpulan

Pohon parongge adalah bukti nyata bagaimana kearifan lokal masyarakat Bima selaras dengan ilmu kesehatan modern. Parongge bima bukan lagi sekadar tanaman pekarangan, melainkan superfood andalan yang menjaga kesehatan sekaligus merawat tradisi Dou Mbojo. Sudah adakah pohon parongge di halaman rumah anda?




Penulis

Deasy Ferayanti

Warga Lokal asli Bima yang hoby menulis dan telah menjadi penulis blog sejak tahun 2012.



Editor

Muhammad Akbar

Editor konten yang bertugas memastikan setiap tulisan di blog ini akurat, rapi, dan mudah dipahami.

------------------------------