Awal September, Petani Bima Sudah Bersiap Tanam Padi Akhir Tahun
![]() |
| Lahan Pertanian di Kecamatan Raba Kota Bima. |
Mediabima.id - KOTA BIMA. Memasuki awal September 2026, petani di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, mulai bergerak menyiapkan lahan untuk musim tanam padi utama yang diperkirakan berlangsung Oktober hingga Desember mendatang.
Menurut prakiraan iklim, musim kemarau di wilayah Nusa Tenggara baru benar-benar akan berakhir sekitar November, lebih lambat dibanding sebagian besar wilayah lain di Indonesia. Kondisi inilah yang membuat mayoritas petani Kota Bima masih fokus mengolah lahan dan menunggu hujan pertama yang stabil sebelum mulai menanam.
Di kawasan lahan pertanian yang memiliki akses pengairan irigasi, aktivitas persiapan menanam padi akhir tahun oleh petani lebih intensif. Sebagian petani bahkan sudah mulai menanam, memanfaatkan akses air dari saluran irigasi yang tidak bergantung pada datangnya musim hujan.
Berdasarkan pantauan tim Mediabima.id di salah satu kawasan pertanian dengan irigasi pengairan, tepatnya di Kecamatan Raba Kota Bima, ditemukan bahwa beberapa petani sudah mulai menanam padi di sawahnya. Petani di area ini tidak perlu menunggu musim hujan karena kebutuhan air sawah sudah tercukupi dari saluran pengairan sehingga penanaman bisa dimulai lebih awal dibanding petani di lahan tadah hujan.
Bagi petani lahan tadah hujan, ketepatan waktu tanam sangat penting diperhatikan. Menanam terlalu cepat berisiko kekurangan air, sementara menanam terlalu lambat memperbesar risiko serangan hama akibat pola tanam yang tidak serempak.
Saat ini, beberapa lahan pertanian tadah hujan di NTB dan NTT hanya mengandalkan satu musim tanam utama sepanjang tahun,
Pemkot Bima Kucurkan Bantuan Alat dan Sarana Produksi
Persiapan musim tanam tahun ini juga ditopang bantuan dari Pemerintah Kota Bima. Pada 11 Agustus 2026, Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin menyerahkan bantuan sarana produksi pertanian (saprodi) serta alat dan mesin pertanian (alsintan) senilai ratusan juta rupiah kepada sejumlah kelompok tani, di halaman Kantor Dinas Pertanian Kota Bima.
Kepala Dinas Pertanian Kota Bima, Abdul Najir, menyebutkan bantuan tersebut menyasar berbagai subsektor mulai dari tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, hingga peternakan, dengan padi, jagung, kedelai, tembakau, dan jambu mete sebagai komoditas unggulan yang terus didorong produksinya. Pemerintah berharap bantuan ini benar-benar dimanfaatkan petani untuk mendongkrak hasil panen, bukan sekadar diterima sebagai rutinitas tahunan.
Produksi padi Kota Bima sepanjang 2025 tercatat mencapai 20.748 ton gabah kering giling, naik 2,08 persen dibanding tahun sebelumnya. Salah satu capaian yang ingin dipertahankan pemerintah daerah lewat dukungan sarana produksi menjelang musim tanam kali ini.
Persiapan di Tingkat Lapangan
Di tingkat kelompok tani, sejumlah aktivitas sudah berjalan sejak awal September seperti kegiatan membajak dan meratakan lahan yang sempat diistirahatkan usai panen sebelumnya, memperbaiki saluran irigasi dan tanggul petak sawah, hingga menyiapkan bibit padi dari benih varietas tertentu yang sudah di semaikan (berumur sekitar 90–100 hari).
Dibeberapa kelompok tani, penyuluh lapangan turut dilibatkan untuk mengoordinasikan jadwal tanam serempak antar kelompok tani.
Masa peralihan dari kemarau ke hujan turut diwaspadai petani, karena periode ini kerap diwarnai cuaca ekstrem jangka pendek seperti hujan lebat mendadak disertai angin kencang pada sore hari. Perubahan cuaca yang ekstrem ini biasanya diakibatkan oleh terbentuknya awan konvektif setelah pemanasan siang yang kuat.
------------------------------
