Pembangunan Drainase Sudah Rampung, Kota Bima Siap Menyambut Musim Hujan Akhir Tahun Ini
![]() |
| Foto Lokasi Pembangunan Drainase di Jalan RT. 08 RW. 03 Kelurahan Penaraga Kecamatan Raba Kota Bima |
Mediabima.id - Kota Bima 2026. Pembangunan fisik sistem drainase sudah rampung, Kota Bima lebih siap menyambut datangnya musim hujan akhir tahun 2026 ini. Pembangunan drainase primer serta puluhan paket perbaikan saluran kota menjadi andalan untuk mengurangi genangan dan resiko banjir pada musim hujan di Kota Bima.
Mengapa Drainase Kota Bima Perlu Diperkuat?
Banjir adalah masalah utama yang selalu menghantui saat musim hujan tiba. Oleh karena itu penting untuk melakukan hal hal yang bisa mengendalikan atau meminimalisir terjadinya banjir. Pemerintah Kota Bima menyebut tantangan utama pengendalian banjir adalah curah hujan yang makin tinggi, urbanisasi yang cepat, dan kapasitas drainase yang terbatas. Karena itu pembenahan saluran air menjadi prioritas sebelum puncak musim hujan tiba.
Mengapa Sistem Drainase yang Baik Penting bagi Kota?
Drainase bukan sekadar parit di pinggir jalan. Sistem yang dirancang dan dirawat dengan baik memberi manfaat langsung bagi warga dan kota:
- Mengurangi banjir dan genangan. Air hujan mengalir cepat ke saluran pembuangan, sehingga tidak menumpuk di jalan dan permukiman.
- Melindungi rumah dan harta benda. Rumah, kendaraan, dan perabot terhindar dari kerusakan akibat air yang masuk.
- Menjaga kesehatan lingkungan. Air yang tidak tergenang menekan tempat berkembang biak nyamuk serta risiko penyakit yang berkaitan dengan lingkungan lembap dan kotor.
- Memperpanjang umur jalan. Genangan yang sering merendam badan jalan mempercepat retak dan berlubang, sehingga biaya perbaikan jadi lebih besar.
- Menjaga kelancaran aktivitas dan ekonomi. Jalan yang bebas genangan membuat mobilitas warga, distribusi barang, dan usaha kecil tetap berjalan saat hujan.
- Mendukung tata kota yang tahan bencana. Saluran lingkungan yang terhubung ke saluran yang lebih besar membuat kota lebih siap menghadapi hujan dengan intensitas tinggi.
Manfaat ini hanya bertahan jika saluran dirawat secara rutin. Saluran yang tersumbat sampah dan sedimen akan kehilangan fungsinya, sebesar apa pun ukurannya.
Perbaikan dan Pembangunan Drainase Kota di Titik Rawan Genangan
Dalam pantauan tim Media Bima di lapangan, kami menemukan bahwa pembangunan drainase di Jalan RT. 08 RW. 03 Kelurahan Penaraga Kecamatan Raba Kota Bima secara fisik sudah rampung sebelum akhir September 2026. Pembangunan di lokasi ini oleh Dinas PUPR Kota Bima diserahkan kepada Kontraktor dari CV. SOFYAN BIMA.
Lokasi ini memang rawan banjir saat musim hujan tiba. Selain itu jalan ini termasuk yang paling ramai dilalui oleh kendaraan di area Kelurahan Penaraga karena merupakan jalan alternatif dari arah Jalan Gajah Mada ke Jalan Soekarno Hatta Kota Bima terutama yang bertujuan ke arah Kantor Pajak, SMA PGRI, SMA Salahuddin, SDN 19, SMP 04, SMA 01, SMA Yasim, SD 05, Kantor Dinas Kesehatan Kota Bima dan lainnya di Jalan Soekarno Hatta Kota Bima. Hal ini karena adanya kebijakan jalan satu arah di Jalan Gajah Mada dan Jalan Soekarno Hatta Kota Bima.
Setelah saluran drainase dibangun, saluran tersebut ditutup dengan beton dengan permukaan yang sejajar dengan permukaan jalan. Hal ini membuat saluran drainase lebih aman dari pembuangan sampah dan sekaligus memperluas badan jalan yang bisa dilalui oleh kendaraan.
Selain proyek besar tersebut, Dinas PUPR Kota Bima mengerjakan sedikitnya tujuh paket drainase pada anggaran 2026. Lokasinya meliputi kawasan Santi, BTN Pepabri, Kelurahan Rite, ruas Jalan Rontu–Nitu, hingga Jalan Pahlawan Dara, yakni titik-titik yang selama ini kerap tergenang saat hujan deras.
Demi kelancaran sistem drainase, petugas dari PUPR Kota bima juga aktif membersihkan dan mengeruk sedimen yang menyumbat drainase. Hal ini seperti kejadian di drainase hilir sekitar Kelurahan Pane dan Nae, yang sempat membuat Jalan Gajah Mada tergenang. Petugas PUPR beserta pihak dari Kecamatan Rasanae Barat turun langsung menangani hal tersebut. Langkah ini dilakukan agar saluran kembali normal sebelum intensitas hujan meningkat.
Drainase Baik Belum Cukup, Warga Tetap Perlu Berperan
Saluran sebesar apa pun tidak akan efektif jika tersumbat. Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan warga:
- Jangan membuang sampah ke selokan, parit, dan sungai.
- Gotong royong membersihkan saluran di lingkungan sebelum hujan deras.
- Laporkan saluran tersumbat atau rusak ke kelurahan atau Dinas PUPR.
- Siapkan dokumen penting dalam wadah kedap air dan pantau peringatan cuaca BMKG.
